Kamis, 19 Mei 2011

ANATOMI FISIOLOGI SISTEM ENDOKRIN


ANATOMI FISIOLOGI SISTEM ENDOKRIN

Kelenjar endokrin atau kelenjar buntu adalah kelenjar yang mengirimkan hasil sekresinya langsung ke pembuluh darah yang beredar dalm jaringan kelenjar tanpa melewati duktus atau saluran kecil dan hasil sekresinya disebut hormon.Beberapa dari organ endokrin ada yang menghasilkan satu macam hormon tunggal disamping itu juga ada yang k=menghasilkan lebih dari satu hormon atau hormon ganda misalnya kelelnjar hipofise sebagai pengatur organ lain.

Fungsi kelenjar endokrin
1. Menghasilkan hormon-hormon yang dialirkan ke dalam darah yang diperlukan oleh jaringan –jaringan dalam tubuh tertentu.
2. Mengontrol aktifitas kelenjar tubuh
3. Merangsang aktifitas kelenjar tubuh
4. Merangsang pertumbuhan jaringan
5. Mengatur metabolisme, oksidasi, meningkatkan absorpsi glukosa pada usus halus
6. Mempengaruhi metabolisme lemak, protein, hidrat arang, vitamin, minerak dan air

PEMBAGIAN DIDALAM TUBUH

A. Kelenjar hipofise

Suatu kelenjar endokrin yang terletak didasar tengkorak yang memegang peranan penting dalam sekresi hormon dari suatu organ endokrin. Dapat dikatakan sebagai kelenjar peminpin sebab hormon-hormon yang dihasilkanya dapat mempengaruhi pekerjaaan kelenjar lainya. Kelenjar hhipofise terdiri dari dua lobus.

Lobus anterior (Adenohipofise). Menghasilkan sejumlah hormon yang bekerja sebagai zat pengendali produksi dari semua organ endokrin yang lain.
1) Hormon somatotropik, mengendalikan pertumbuhan tubuh
2) Hormon tirotropik, mengendalikan kegiatan kelenjar tiroid dalam menghasilkan hormon tiroksin.
3) Hormon adrenokortikotropik (ACTH), mengendalikan kelenjar suprarenal dalam menghasilkan kortisol yang berasal dari korteks kelenjar suprarenal.
4) Hormon gonadotropik berasal dari Follicle Stimulating Hormone (FSH) yang merangsang perkembangan folikel degraf dalam ovarium dan pembentukan spermatozoa dalam testis.
5) Luteiizing Hormone (LH), mengendalikan sekresi estrogen dan progesteron dalam ovarium dan testoteron dalam testis. Interstisial Cell Stimulating Hormone (ICSH).
Lobus posterior disebut juga Neurohipofise. Mengeluarkan dua jenis hormon;
1) Hormon anti diuretik (ADH), mengatur jumlah air yang keluar melalui ginjal membuat kontraksi otot polos ADH disebut juga hormon pituitrin.
2) Hormon oksitosin merangsang dan menguatkan kontraksi uterus sewaktu melahirkan dan mengeluarkan air susu sewaktu menyusui. Kelenjar hipofise terletak didasar tengkorak, didalam fosa hipofise tulang spenoid.

B. Kelenjar tiroid

Terdiri atas dua buah lobus yang terletak disebelah kanan trakea diikat bersama oleh jaringan tiroid dan yangt melintasi trakea disebelah depan. Merupakan kelenjar yang terdapat didalam leher bagian depan bawah, melekat pada dinding laring.
Atas pengaruh hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar hipofise lobus anerior, kelenjar tiroid ini dapat memproduksi hormon tiroksin. Adapun fungsi dari hormon tiroksin ; mengatur pertukaran zat/metabolisme dalam tubuh dan mengatur pertumbuhan jasmani dan rohani.Struktur kelenjar tiroid terdiri atas sejumlah besar vesikel-vesikel yang dibatasi oleh epitelium silinder, disatukan oleh jaringan ikat, sel selnya mengeluarkan sera cairan yang bersifat lekat yaitu; koloidae tiroid yang mengandung zat senyawa yodium yang dinamakan hormon tiroksin. Sekret ini mengisi vesikel dan dari sini berjalan ke aliran darah baik langsung maupun melalui saluran limfe.

Fungsi kelenjar tiroid terdiri atas :
1. Bekerja sebagai perangsang proses oksidasi
2. Mengatur penggunaan oksidasi
3. Mengatur pengeluaran karbondioksida
4. Metabolim dalm hal pengaturan susunan kimia dalm jaringan
5. Pada anak mempengaruhi pertumbuhan fisik dan mental.


C. Kelenjar paratiroid
Terletak disetiap sisi kelenjar tiroid yang terdapat didalam leher, kelenjar ini berjumlah empat buah yang tersusun berpasangan yang menghasilkan para hormon atau hormon para tiroksin. Masing –masing melekat pada bagian belekang kelenjar tiroid, kelenjar paratiroid menghasilkan hormon yang berfungsi mengatur kadar kalsium dan fosfor didalam tubuh.

Hipoparatiroidisme. Terjadinya kekurangan hormon kalsium dalm darah atau hipokalsemia mengakibatkan keadaan yang disebut tetani, dengan gejala khas kejang khususnya pada tangan dan kaki disebut karpopedal spasmus, gejala-gejal ini dapat diringankan dengan pemberian kalsium.
Hiperparatiroidisme. Biasanya ada sangkut pautnya dengan pembesaran (tumor) kelenjar, kseimbangan distribusi kalsium terganggu, kalsium dikeluarkan kembali dari tulang dan dimasukan kembalu ke seerum darah, akibatnya teajdi penyakit tulang dengan tanda-tanda khas beberapa bagian kropos disebut osteomeilitis fibrosa sistika karena terbentuk kristal pada tulang, kalsiumnya diedarkan dalam ginjal dan dapat menyebabkan baru ginjal dan kegagalan ginjal.

Fungsi paratiroid;
a. Mengatur metabolisme fosfor
b. Mengatur kadar kalsium darah

D. Kelenjar timus

Terletak didalam mediastinum di belakang os sternum, kelenjar timus hanya dijumpai pada anak-anak dibawah 18 tahun. Kelenjar timus teletak didalam toraks kira-kira setinggi bifurkasi trakea, warnanya kemerah-merahan dan terdiri dari dua lobus. Pada bayi baru lahir sangat kecil dan beratnya kira-kira 10 gram aau lebih sedikit. Ukurannya bertambah pada masa remaja dar 30-40 gram kemudian berkerut lagi.
Adapun hormon yang dikeluarkan kelenjar timus berfungsi sebabgai berikut;
1. Mengaktifkan pertumbuhan badan
2. Mengurangi aktifitas kelenjar kelamin

E. Kelenjar suprarenal
Kelenjar suprarenal jumlahnya ada dua, terdapat pada bagian atas ginjal kiri dan kanan. Ukuranya berbeda-beda, beratnya rata-rata 5-9 gram.
Kelenjar suprarenal ini terbagi atas 2 bagian yaitu
1. Bagian luar yang berwarna kekuningan yang menghasilkan kortisol yang disebut korteks
2. Bagian medula yang menghasilkan adrenalin (epinefrin) dan nor adrenalin (nor epinefrin)

Fungsi kelenjar suprarenal bagian korteks terdiri dari;
1. Mengatur keseimbangan air, elektrolit dan garam-garam
2. Mengatur/mempengaruhi metabolisme lemak, hidrat arang, dan protein
3. Mempengaruhi aktifitas jaringan limfoid
Fungsi kelenjar supra renal bagian medula terdiri dari;
1. Vaso kontriksi pembuluh darah perifer
2. Relaksasi bronkus
3. Kontraksi selaput lendir dan ateriole pada kulit sehingga berguna untuk mengurangi perdarahan pada operasi kecil.

F. Kelenjar pienalis
Kelenjar ini terdapat didalam otak, didalam ventrikel berbenbentuk kecil merah seperti buah cemara. Terletak dekat korpus.
Fungsinya belum diketahui dengan jelas, kelenjar ini menghasilkan sekresi interna dalam membantu pankreas dan kelenjar kelamin

G. Kelenjar pankreatika
Terdapat pada bagian belakang lambung didepan vertebrata lumbalis I dan II terdiri dari sel-sel alpha dan beta. Sel alpha mengthasilkan hormon glukagon sedangkan sel- sel beta menghasilkan hormon insulin. Hormon yang diberikan untuk pengobatan diabetes, insulin merupakan sebuah protein yang dapat turut dicernakan oleh enzim-enzim pencernaan protein


H. Kelenjar kelamin

Kelenjar testika Terdapat pada pria terletak pada skrotum menghasilkan hormon testoteron. Adapun funsi hormon testoteron. Mementukan sifat kejantanan, misalnnya ada jenggot, kumis, jakun dan lain-lain. Menghasilkan sel mani (spermatozoid) serta mengontrol pekerjaan seks sekunder pada laki-laki.
Kelenjar ovarika, terdapat pada wanita, terletak pada ovarium disamping kiri dan kanan uterus.Menghasilkan hormon estrogen dan progesteron, hormon ini dapat mempegaruhi pekerjaan uterus serta memberika sifat kewanitaan, misalnya pinggul yang membesar, bahu sempit dan lain-lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar